Rizka Amalia Windriani

Hayyyy.. Hari ini hatiku rasanya berbunga-bunga deh karena skincare yang aku tunggu-tunggu akhirnya datang juga! Jadi Wardah baru aja meluncurkan produk baru yaitu Hydra Rose Series. Rangkaian ini terdiri dari Hydro Rose Micro Gel Serum, Hydra Rose Moisture Night Gel, Hydra Rose Dewy Aqua Day Gel, Hydra Rose Gel to Foam Cleanser. Untuk Night gel dan Day Gel masing-masing ada 2 macam kemasan. Ada yang jar kaca ukuran 40gr dan botol tube ukuran 17ml.

From the first look, aku langsung jatuh cinta. Paling penasaran sama Gel Serumnya, tapi akhirnya aku memutuskan untuk beli 2 produk yang sama-sama punya klaim dapat menhidrasi kulit up to 72 jam. Pertama ada Micro Gel Serum dan juga Moisture Rich Night Gel yang kemasan 17ml. Cusss langsung aja aku review tentang keduanya yaa..

Packaging

WITHOUT NO DOUBT, PACKAGINGNYA CANTIK BANGEETTT.. Oke maaf capslock jebol, tapi salah satu alasan aku langsung pengen beli produknya ya karena liat kemasannya yang berwarna rose gold dan terlihat super mewah dan cantik banget. Seluruh rangkaian Hydra Rose ini punya kemasan dengan warna yang sama, pink manjah gitu.. (??) 

Hydra Rose Series Micro Gel Serum

Botol pump yang terbuat dari plastik tapi gak keliatan murahan, dengan bagian atas dan bawah serta tutup botolnya metalik berwarna senada. Badan botolnya bening transparan yang dengan sempurna memperlihatkan isi gel serum yang warnanya pun pink. Aku sebagai pecinta warna pink beras agirang banget deh asli sama produk yang satu ini. Kemasan dengan netto 30ml ini ukurannya standar kaya botol serum pada umumnya, gak begitu besar dan cukup travel friendly. Karena bukan terbuat dari kaca, lebih tahan banting juga. Overall, packagingnya serum ini sangat aesthetic dan layak untuk dipakai sebagai properti foto. Bahkan kotak kemasan luarnya pun fotogenic loh.. Info produk dan ingredients lengkap tercantum, sama aku suka ada emboss bunga mawar dibagian samping kotak. Bikin semakin terlihat elegan. Eman-eman banget mau buang kotaknya hahahaa...

Sayangnya kalau di foto tulisan info produknya yang di botol kurang keliatan karena berwarna putih. It's not a big problem for me, karena kalau warna tulisannya gak putih malah diliat aslinya bakal jadi kurang elegan.

Hydra Rose Moisture Rich Night Gel


Untuk kemasan yang 17ml ini botolnya mirip kaya Lightening Foundation Wardah yang baru, terbuat dari plastik dengan tutup putar bukan flip flop. Warna kemasan masih sama dengan yang lain, rose pink yang super unyu.. Dengan desain yang simple serta tulisan info produk terlihat jelas. Untuk kemasan tube kecil ini super praktis deh kalau mau dibawa kemana-mana, lebih aman dan ringkes daripada yang kemasan jar kaca dengan netto 40gr. Menurutku dengan kemasan tube begini juga jadi lebih higenis karena gak perlu ambil produknya pakai spatula atau jari.

Texture

Hydra Rose Micro Gel Serum

Tipe serum ini gel, dengan tekstur yang sedikit cair. Serum ini mengandung rose droplets yang di klaim bisa membuat kulit terhidrasi dengan baik. Ketika diliat di botolnya, terdapat butiran halus berwarna pink yang mereka sebut sebagai micro gel bursts. Untuk kulit yang kering sepertiku sekalipun, serum dengan tekstur gel ini cepat meresap ke kulit dan gak meninggalkan kesan keset di wajah. 

Hydra Rose Moisture Rich Night Gel

Rangkaian Hydra Rose ini memang semua teksturnya gel, tapi night gel ini berbeda dengan serumnya. Gel yang digunakan lebih thick dan berwarna pink pucat bukan transparan kaya serumnya. Gak runny dan ketika di aplikasikan ke wajah tuh dia meresap perlahan jadi bukan yang langsung ilang gitu. Cocok dengan klaimnya  'revives skin hydration with intense moisture'. 

Selain teksturnya yang enak, keduanya juga punya aroma yang wangiiii banget. Tentunya harum bunga mawar ya, karena memang ingredients yang ditonjolkan adalah rose oil. 

Review

Baru otw 1 minggu aku pakai kedua produk ini, so far so good. Karena memang kulitku yang kering ini membutuhkan skincare yang bisa ekstra melembabkan. Untuk klaimnya yang 72 jam melembabkan ini aku jujur belum cobain tanpa memakai apapun dalam waktu segitu lama. Jadi pasti aku udah menyelingi dengan pemakaian produk yang lain juga, tapi secara keseluruhan memang aku merasa kulitku jadi jauh berkurang mengelupasnya. Pagi setelah bangun tidur pun muka jadi lebih kenyal gitu.. 

Urutan pakai pastinya dari serum duluan, karena teksturnya juga lebih cair. Setelah itu barulah ditutup dengan night gelnya. Selain melembabkan, aku belum merasa ada perubahan yang signifikan. Jadi memang untuk produk ini fokusnya untuk hydration, jangan berharap dia bisa mengecilkan pori-pori atau memutihkan yaaa..


Aku merasa tekstur night gelnya ini mirip sama brand Cliniqu* yang moisture surge. Karena aku pun cocok dengan produk dari C itu, aku sangat merasa bahagia bisa menemukan produk yang serupa tapi dengan harga yang lebih terjangkau under 50 ribu rupiah lohh hehehe..

Harga

Kedua produk ini aku beli di Akun Shopee Wardah area Jogja, namanya Shopspace.Yogyakarta jadi ongkirnya juga lebih terjangkau karena dikirim dari satu kota yang sama hehehe..

Hydra Rose Moisture Rich Night Gel 17ml Rp. 49.000

Hydra Rose Micro Gel Serum Rp. 129.000


Thanks for reading, XOXO!

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



Hello! Siapa disini yang udah berbulan-bulan gak pergi perawatan sejak pandemi dan harus stay at home? Aku bangeeett, sampai rasanya wajah penuh dengan komedo bandel karena lama gak facial hiks.. Setelah akhirnya new normal berlaku di Yogyakarta, aku berani buat treatment ke klinik kecantikan nih. Kali ini aku pilih Naavagreen buat jadi destinasi perawatan kulit wajahku.

Sebelumnya aku pernah bahas tentang pengalaman treatment di Naavagreen Klinik pada postingan Back With Naavagreen, Why Not? 


Tanggal 08 Agustus 2020 yang lalu, aku datang ke acara Grand Opening Naavagreen Plus yang baru buka di daerah Kotabaru, Yogyakarta. Eh kok ada Plusnya? Emang apasih bedanya? Yuk kita cari tau..

Apa bedanya Naavagreen biasa dengan Naavagreen Plus?

Perbedaan paling signifikan antara keduanya adalah di klinik yang Plus itu lebih luas, lebih nyaman, dan lebih instagramable! Menurutku desain kliniknya tuh modern banget, mewah gitu feelnya. Selain suasana klinik yang bikin betah, sejak era New Normal ini Naavagreen juga menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan ketat loh. Begitu masuk ke area klinik aku di cek suhu tubuh, dan wajib memakai masker wajah dan pakai hand sanitizer. Semua karyawannya Juga menggunakan masker + face shield. Ditambah lagi, beauty therapistnya ternyata juga memakai APD (Alat Pelindung Diri) yang cukup lengkap loh. Bener-bener makin nyaman rasanya perawatan di Naavagreen Plus dalam masa pandemi ini.

Untuk harga treatment sendiri, ternyata sama aja loh dengan Naavagreen biasa. Aku pikir karena fasilitasnya lebih oke di Naavagreen Plus akan ada perbedaan harga. Eh ternyata gak, sama aja facialnya start from 50k! Jadi kalau menurutku worth it banget dengan semua "Plus" yang bisa kita dapatkan disini. Selain itu di Naavagreen Plus ini juga lebih lengkap untuk treatmentnya, terutama yang membutuhkan tindakan dokter kulit. 

Natural Skin Facial Jet Oxy

Setelah memperbarui kartu memberku (sekarang kartunya bagus banget kaya kartu KTP gitu gaes), aku konsultasi dulu sama dokter kulit disana untuk tau treatment apa yang cocok buat kondisi kulitku sekarang. FYI kulit wajahku sekarang tuh kering, ada beberapa jerawat dan pastinya banyak komedo kaya yang di awal aku bilang hehehe..
Akhirnya dokter menyarankan buat treatment Facial Natural + Jet Oxy. Langsung dehhh masuk ruang treatment yang super cozy! Ada aromaterapi dan full relaxing musicnya, Mba Nana (kapsterku hari itu) juga super ramah dan pastinya pakai APD lengkap yuhuuu~

Seperti biasa, mulai tahapan facial pada umumnya yaitu cleansing-scrubbing-massage nah menurutku ini pijatnya juara banget sihhhh.. Lebih lama dari bisanya, terus lebih mantep gituloh. Ada totok auranya juga ajib gak tuhhh? Setelah massage, barulah tiba saatnya ekstraksi komedo yang jadi tahapan paling tidak menyenangkan dalam facial. Aku sampe meneteskan air mata karena udah lupa rasanya karena lama gak dipencetin komedonya huhu..


Setelah itu lanjut masker, uniknya masker di Naavagreen itu bisa berubah warna gitu. Jadi awalnya putih, dan akan berubah warna sesuai dengan tipe maskernya. Aku dapat yang untuk acne, warnanya berubah jadi pink kemerahan gitu.

Tahapan terakhir adalah Jet Oxy. Merupakan perawatan yang memakai oksigen alami, terus disemprotkan ke wajah menggunakan alat khusus. Rasanya dingin, seger tapi geli gimana gitu. Fungsinya buat mencerahkan kulit wajah dan juga melancarkan peredaran darah di wajah. 


Setelah perawatan rasanya mukaku entenggg, terkikis sudah semua kotoran yang menyumbat pori-pori hohoho.. Dengan hasil yang maskimal, harga treatment kaya aku itu cuman Rp 65.000 aja! Gila gaksihhh facial lengkap dapet Jet Oxy segala cuma 65 ribu rupiah. Fix deh facial termurah di Jogja yang worth it banget dengan fasilitasnya!

Belum lengkap rasanya kalau gak pulang bawa oleh-oleh produk dari Naavagren dong yaaa.. Jadi aku ambil Facial Wash, Toner dan salah satu produk terbaru mereka yaitu Moist Green Tea Gel. I will update this blogpost soon untuk review singkat produknya setelah penggunaan lebih dari 1 minggu yaaaa~

Buat kamu yang ada di Jogja, mending buruan ke Naavagreen Plus yang pertama di Indonesia ini deh mumpung mereka lagi banyak promo selama grand opening. Mulai dari diskon, sampai bisa dapet gratis treatment Jet Oxy juga lohhh.. Alamatnya ada di Jalan Abu Bakar Ali No.18 Kotabaru, Yogyakarta. 


Thanks for reading! XOXO

Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar
Halo semuaaaa.... Akhir-akhir ini di Instagram dan TikTok lagi rame banget ya bikin video transisi dengan gerakan-gerakan yang cepat sesuai ketukan lagu. Gak cuma gerakan joget badan aja, tapi juga beauty content creator pada bikin versi makeup. Kalau kamu juga termasuk yang suka Beauty Content kaya aku, pasti udah gak asing sama Hanum Mega kan? Doi salah satu Beauty Influencer yang mempopulerkan #LipsyncWithHanum karena keunikan video tutorial dia. Tentunya dengan transisi ala TikTok, akhirnya banyak lah yang ikut meramaikan tagar tersebut termasuk akuuuu.. Hohohoho.. 

Setelah beberapa kali bikin dan upload ke Instagramku, gak sedikit yang pengen tau gimana caranya bikin dan edit video makeup transisi itu. Jadi kali ini aku datang untuk berbagi tutorialnya via YouTube. Karena akan susah kalau dijelaskan lewat tulisan, mending langsung aja tonton videoku dibawah ini yaaa.. Biar bisa langsung praktek membuatnya. Semua bisa dilakukan pakai HP kok, gak perlu punya laptop buat bikin video lipsync ala Lathi challenge.

I'm not an expert, tapi semoga bermanfaat ya!
Thanks~


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Sampai sekarang masih sering gak nyangka gitu, kalau ternyata yang awalnya hanya sekedar hobi bisa berubah jadi pekerjaan yang cukup menjanjikan di kehidupanku sekarang. Bisa dibilang, ini adalah penghasilan utamaku saat ini. Kalau yang kenal aku dari SMP, pasti tau aku memang suka motret. Dari pakai kamera handphone, terus akhirnya dapat hadiah dari Papahku DSLR Sony Alpha 200 karena beliau mungkin waktu itu melihat potensi yang ada dalam diri anaknya. That was when it all started.

Hingga saat ini, aku sangaaatttt bersyukur atas hadiah itu. Gak cuma sekedar spoiled dibelikan barang mevvah pada jamannya, but I get to know myself better dan aku bahkan menghasilkan uang dari kamera pertamaku. Kok bisa? Dari hasil jepretanku, aku upload ke Facebook dan ternyata temen-temen pada suka dan minta difotoin. Pertama mereka cuma nraktir makan, terus aku beranikan diri buat minta "uang lelah" setelah foto session selesai. Alhamdulillah, lumayan banget buat ngumpulin portofolio dan juga dapet uang jajan tambahan. Bisa cek di website portofolioku https://rawsproject.blogspot.com/ buat liat hasil jepretanku waktu jaman SMP tahun 2007 hehehe..

Sebenernya dibalik semua itu, hikmahnya adalah aku jadi tau passionku itu apa dan mau mengarah kemana aku nantinya. Terbukti dengan waktu kuliah aku ambil jurusan komunikasi broadcasting, yang juga gak jauh-jauh dari kamera dan sejenisnya. Di kuliah, aku bahkan juga belajar untuk berada di depan kamera. Belajar untuk jadi News Presenter, MC, jadi produser, director, editor, MUA, belajar akting juga hahaha.. (but I'm not that good at the last one).
Sekarang, aku bisa (walaupun gak jago-jago amat) lakuin keduanya. Berada didepan maupun dibelakang layar. :D 

Seiring waktu berlalu, sambil sibuk jadi Ibu Rumah Tangga dan jagain anak lanang aku mengisi waktu luang dan juga mengisi dompet dengan nge blog. Tapi tetep, gak jauh-jauh dari kamera. Kali ini semua dilakuin sendiri.. Foto produk sendiri, foto OOTD sendiri, editing sendiri, menulis sendiri, jadi model sendiri. Sampai pada akhirnya Afkha sudah 1 tahun, aku memutuskan untuk pengen cari kerjaan yang lebih menjanjikan secara materi. Yaaa karena tau sendiri, sebagai beauty blogger yang kerjaannya kadang ada kadang gak memang tidak bisa diandalkan untuk jadi pemasukan utamaku. Walaupun suami juga menafkahiku, tapi memang jiwaku untuk mencari uang sendiri tetap membara. 

Sempat jalanin bisnis sendiri, beberapa kali jualan baju online dan juga sempat buka usaha food & beverages bareng suami tapiiiiii..... kaya itu gak aku banget gitu rasanya. I couldn't put my heart and soul into it. Jadi yasudahlah, biar suamiku aja yang berwirausaha karena terbukti dia lebih jago. Hehehe.. Hingga akhirnya aku menemukan jodohku! Jodoh di kerjaan loh ya bukan jodoh belahan jiwa mah udah punyaaaa~ :p Iseng banget deh waktu itu liat Instagram Bukaan Moment, aku pikir bagus banget ini idenya mengabadikan momen lahiran yang terjadi sekali seumur hidup. 


Kepo lah aku lebih lanjut, semua highlight story dibuka sampai aku melihat lowongan Tim Bukaan yang sedang mencari fotografer perempuan di kota-kota besar di Indonesia. Rasanya dag dig dug duer waktu baca itu, kaya ini beneran gak ya.. Apa iya masih berlaku? Soalnya udah lebih dari sebulan lalu di postingnya, jangan-jangan udah ditutup tapi lupa dihapus, dan semua pikiran-pikiranku lain yang berkecamuk. Berhari-hari aku maju mundur mau apply, sambil merangkai kata-kata buat bikin surat lamarannya. Waktu itu cuma disuruh isi google form gitu, dan ditanya pertanyaan-pertanyaan basic kalau mau lamar kerja sebenernya. Tapi tetep aja groginya minta ampun! Akhirnya aku aku konsultasikan sama suamiku, aku beranikan diri, mantapkan hati.

Paling utama itu restu dari suami, karena ini penting banget ya kalau istrinya mau jadi Birth Photographer yang harus ready siap sedia selalu siaga 24 jam setiap hari. Thankfully, suamiku jam kerjanya fleksibel jadi kalau misalnya aku diterima dan harus berangkat di jam kantor gak masalah gitu ninggalin anakku yang masih 1 tahun. Singkat cerita, aku apply dan sekitar 1 minggu baru dihubungin sama Mas Andreas. Dia nge WA aku tanya kamera dan lensa apa yang aku pakai, dan apakah aku sudah tau konsekuensi yang akan aku hadapi dalam menjalani pekerjaan ini? Aku jelaskan apa adanya, dan ngobrol-ngobrol, endingnya dibalas sip. Terus lamaaaaaa gak ada kabar lagi. Waktu itu aku gak tau kalau ternyata Mas Eas ini adalah suaminya owner/founder Bukaan Moment yaitu Mba Puput atau Mba Put yang domisilinya di Jakarta. Banyak yang nanya Bukaan Moment punya siapa sih? Sekarang udah tau kaaannn :p

Setelah beberapa lama gak ada kabar aku hopeless, meratapi diri sendiri, menganggap diri ini tertolak dan galau banget. Mau tanya lagi tapi gak berani, kaya siapa gue gituuuu.. TIBA-TIBAAAAA malam jam 9an kalo gak salah, aku dihubungi sama Mba Put. Ditanyain kalau dari rumah ke RSKIA Sadewa berapa menit? Ternyata ada yang mau lahiran, ketubannya sudah pecah. Aku langsung auto panik, gelabakan bersihin dan nyiapin kamera, ngecharge baterei, kosongin memori card, siapin baju yang mau dipakai berangkat, bekal minum dan camilan (karena kamu tidak tau akan berapa lama menunggu sampai bayinya lahir). Ya aku sampai sekarang pun kalau mau motret lahiran masih prepare semuanya kaya gitu supaya pas udah disuruh berangkat gak pake lama siap-siapnya. Berbekal teori-teori di bangku kuliah, dan juga arahan dari Mba Put via chat, aku akhirnya tengah malam aku berangkat FOR MY VERY FIRST PROJECT! Udahlah gak bisa digambarin betapa groginya, tangan itu gemeteran hati jedag jedug tapi aku harus tetap kalem karena pasti ibu hamil yang mau melahirkan pun udah cukup panik kan yaaa..

Dikabarin kalau udah bukaan 4, oke aku langsung meluncur. Gak sampai 30 menit, aku masih di jalan ternyata bayinya udah keburu lahir. NICE!! di project paling pertamaku, aku dapat kejadian yang sangat tidak aku inginkan. Aku harus tetap tenang, kalem, jangan sampai footage jadi shaky karena tangan gemeteran. Pas sampai aku masih sempat dapat moment IMD, dan aku balik lagi besoknya buat ambil moment after birth. 


Hingga detik tulisan ini di post, aku 2x dapat kejadian lahiran super kilat kaya gini. Dalam perjalanan menuju RS, bayinya udah keburu brojol dan aku gak dapat moment saat kontraksi dan mengejannya. Rasanya nyesek sih, tapi yaa namanya gak berjodoh ya begitulah. Manusia cuma bisa berencana. Gak semua ibu hamil itu sama, ada yang prosesnya cepat dan ada juga yang sampai berhari-hari. Disitulah titik menantang dari pekerjaanku ini, untuk bisa mengabadikan moment yang berbeda-beda itu dengan warnanya masing-masing. Harus selalu siap ketika ada panggilan jam berapapun, tengah malam maupun pagi hujan atau panas. Di masa pandemi akibat Corona ini pun kami tetap bertugas, pastinya dengan menjalani protokol kesehatan dari pihak Rumah Sakit.


Alhamdulillah, sampai sekarang aku masih diizinkan untuk jadi Tim Bukaan di Jogja and I'm very proud of it! Bisa masuk ruang operasi, pakai baju operasi, berinteraksi dengan tim medis yang luar biasa, ada kepuasan tersendiri gitu. Rasanya seneng banget bisa ketemu banyak Ibu kuat dan keluarga yang hebat. Apalagi kalau hasil karyaku bisa jadi inspirASI buat mereka dan juga banyak orang lain, pastinya bisa jadi kado terindah juga buat anaknya nanti kalau udah besar. Bener-bener priceless. I'm happy to say that I love my job. :)


Kalau ada temen-temen yang sedang hamil, dan ingin diabadikan proses lahiran yang tidak akan pernah terulang lagi ini percayakan sama Bukaan Moment aja ya.. Gak cuma di Jabodetabek dan Yogyakarta aja, tapi juga ada di Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Bali, Makassar dan Medan. Karena kami sudah dipercaya mengabadikan 600 lebih moment persalinan. Bahkan artis dan selebgram juga udah percayakan video lahiran mereka sama Bukaan Moment loh. diantaranya; Yasmine Wildblood, Ratna Galih, Poppy Sovia, Medina Zein - Lukman Azhari , Mona Ratuliu, Syahnaz Sadiqah, Tasya Farasya, Arief - Tiara Pangestika (Tipang), Zaskia Adya Mecca - Hanung Bramantyo, Cut Ratu Meyriska - Roger Danuarta dan mungkin yang lain belum aku sebutin. Sama kalau yang domisili di Jogja, nanti request ke Admin Bukaan Moment buat sama Windriani aja gitu ya biar sekalian kita berjumpa hehehehe :p
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Hello! This is my first blogpost in 2020.. Semoga bisa terus konsisten menulis dan berbagi disini sepanjang tahun nanti. Jangan kaya kebiasaanku waktu menulis di diary waktu jaman sekolah dulu, begitu udah mulai kuliah gak pernah lagi nulis diary harian pakai tulisan tangan sendiri. Makin dewasa malah nulisnya lebih sering buat caption foto Instagram hehe.. Makanya kali ini aku bakal sharing tentang sebuah workshop yang baru aja aku ikutin di hari minggu tanggal 26 Januari lalu. Aku dapat ilmu yang sangat bermanfaat dan relevan dengan kerjaanku sehari-hari thanks to Rubi Community yang sudah mengundangku buat join di #RubiClassJournal ini.

Apa itu Rubi Community?

Rubi adalah singkatan dari Respecting, Understanding, Beauty Influencers. Jadi memang Rubi adalah sebuah komunitas yang mewadahi para beauty Influencer untuk upgrade skill maupun menjadi ajang silaturahmi sesama beauty content creator. Kedepannya gak cuma ngadain event bermanfaat di kota Yogyakarta aja loh, tapi juga akan diadakan di berbagai kota-kota di Indonesia. Sesuai dengan slogannya “Empowering Women Now”, Rubi Community memang fokus untuk mendukung para perempuan Indonesia agar dapat terus berprestasi melalui passion mereka. Rubi juga rutin ngadain kelas-kelas yang pastinya seru dan banyak ilmunya loh, jadi kamu bisa cek di Instagram mereka @RubiCommunity buat liat info event yang mereka adakan.


Ini adalah first experience aku buat ikutan workshop yang diadakan Rubi, it’s such an honour dan ternyata manfaatnya pun terasa banget! Kali ini mereka collab bersama Ceesjournal buat memberikan materi seputar Journaling. Memang belakangan ini self healing dan self love lagi banyak dibicarakan, jadi menurutku pas banget dengan adanya workshop Journaling ini bisa membantu aku untuk mencapai self love yang belum bisa aku achive sepenuhnya..

Journaling sebenernya mirip dengan menulis agenda harian/diary. Kita menuliskan diatas kertas tentang apa yang kita lalui hari ini, apa emosi yang kita rasakan, siapa saja yang terlibat dalam kegiatan kita, dan masih banyak lagi. Aku pribadi pernah menulis diary sekedar untuk membuang semua uneg-uneg tanpa harus capek mengekspresikannya dengan verbal. Semakin tua aku malah ngerasa kaya gak punya waktu buat nulis diary, padahal ternyata manfaatnya tuh buanyaaaakk banget loh. Dengan bisa meluangkan waktu 5-15 menit aja tiap hari buat nulis, terbukti bisa meredakan stress, boost confidence, membantu untuk lebih mencintai diri sendiri dan membuat diri lebih banyak bersyukur.


Sebagai awalan, Mba Cici selaku owner CeesJournal ini memberikan kita “tugas” untuk menuliskan 1 hal yang paling membuat kita bersyukur. Ditambah dengan foto moment tersebut yang dicetak untuk kita tempel di lembar awal buku jurnal. Aku sendiri memilih foto saat melahirkan anak pertamaku dan memutuskan untuk memberi judul Life Changing Moment sama seperti judul blogpostku tentang melahirkan dulu hahahaa…

Setelah itu, kita diminta untuk menuliskan 5 alasan kenapa memilih moment tersebut. Aku awalnya bingung, gak tau mau nulis apa. Tapi dengan motivasi dan inspirasi dari Mba Cici akhirnya aku nulis 5 alasan tersebut. Walaupun memang tulisannya gak sebagus ala-ala pinterest gitu ya dengan tulisan meliuk nan indah. Tapi buat aku, bisa memulai kembali untuk menulis dan menuangkan apa yang aku rasakan di atas selembar kertas itu ternyata legaaaa.. Aku baru inget betapa menyenangkannya hal ini, ditambah lagi sekarang banyak banget printilan lucu yang bisa kita tambahkan untuk mempercantik jurnal ini. Pastinya semua sudah lengkap disediakan oleh Rubi Community sebagai bagian dari workshopnya hehe..


Here is my result.. What do you think?

Thank you so much for Avoskin, Rubi Community, Ceesjournal serta Desia's kitchen dan Elita Kerudung untuk kelas Gratitude Journal yang super asik! Berasa ‘ditampar’ supaya kembali rutin nulis nih hehe.. Dapat goodiebag yang berisi produk-produk dari Avoskin dan juga Lacoco. Next aku bakal tulis review dari Lacoco ini yaaa, karena kalau untuk Avoskin Perfect Hydrating Treatment keluaran pertama udah pernah aku tulis reviewnya dibawah ini

REVIEW AVOSKIN'S PERFECT HTE


Thanks again, jangan kapok yaaa buat undang aku ke acara seru lainnya. XOXO

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Akhir tahun sudah didepan mata.. Sudah berhasil menyelesaikan goals apanih di tahun 2019 ini? Kalau aku, salah satu hal yang berhasil aku lakukan 1 tahun terakhir ini adalah menghilangkan bulu ketiak secara permanen. Yaaaa walaupun belum 100% ilang sih tapi udah tipis buanget tumbuhnya dan jaraknya lama. Nah tahun 2020 rencananya aku mau menghilangkan bulu di area kaki nih karena akutuh emang tipenya buluan banyak gitu hehe.. Jadi rada risih dan gak pede kalau pakai celana atau rok yang keliatan betisnya. 

Akhirnya setelah aku cari-cari info buat treatment hair removal di Jogja, jatuhlah pilihanku pada ERHA Skin, Hair & Laser Expert. Kebetulan untuk treatment Hair Removal ini baru tersedia di ERHA Apothecary & ERHA Clinic cabang Hartono Mall karena alatnya gak ada di Erha Kotabaru.



Walaupun klinik yang di Hartono ini lebih mungil, tapi tetap nyaman dan cozy kok. Memang sih gak seluas di Erha Kotabaru, tapi menurutku malah nilai plus sendiri kalau ada didalam Mall begini jadi Mama bisa perawatan sedangkan anak dan Suami main ke playground di lantai atas hehehe.. Kemarin aku datang di hari minggu, jadi klinik lumayan rame para pasien yang mau treatment maupun beli produk Erha yang bisa dibeli tanpa resep Dokter. Walaupun rame, pelayanannya tetap oke dan gak perlu nunggu lama kok. Aku ditangani oleh Mba Vivi dan dr. Chyntia yang supeeerrrr ramah. Nah ini dia tahapan dari ERHAIR Removeasy Hair Removal by IPL yang aku jalani.

1. Pencukuran Bulu

Sebelum mulai tindakan, bulu kaki yang di daerah kakiku harus dicukur dulu. Memang pakai alat pencukur biasa, tapi katanya teknik pencukurannya sedikit berbeda dan memang dianjurkan buat gak mencukur sendiri duluan dirumah. 

2. Pengolesan cairan NaCl
Setelah dicukur bersih, dioleskan cairan NaCl yang biasa dipakai buat infus ke tubuh ituloh. Karena fungsinya buat membersihkan area yang akan di tindaklanjuti, kalau pakai alkohol gitu bisa perih katanya. Padahal pake NaCl ini aja kaya ada sensasi semriwing dan perih di beberapa area kulit. Maklum ya ini wajar karena kulitku tuh tipenya sensitif bahkan sampai ke kaki.

3. Area Kaki di Mapping 

Untuk step yang ketiga ini memang rada lucu sihh, soalnya kan kakiku kaya di gambar macam orang Indian Tribes gitu wkwk.. Jadi mapping ini untuk memudahkan dokter nantinya biar gak overlap saat penembakan IPLnya. Makanya dibuat kotak-kotak kecil yang ukurannya pas dengan mulut alat IPL ini.

4. Mulai Tindakan IPL

Alat IPL ERHAIR Easy Hair Removal
Finally inti dari inti treatment ini adalah penembakan sinar by IPL yang digunakan untuk mentarget bulu halus di area kaki. Kalau di Erha, ada SOP baru yaitu tidak lagi digunakan gel untuk menjadi perantara antara alat dengan kulit. Setelah dikaji ulang katanya memang lebih efektif hasilnya kalau tidak menggunakan gel, jadi alat IPL langsung menempel ke kulit. Sebenernya sih pakai gel pun tetap ada sensasi clekit setiap sinar ditembakkan, bedanya kalau tanpa gel ya dia lebih berasa clekit tapi masih bisa ditoleransi kok cuma kaya digigit semut gitu doang. Buat kamu yang punya kulit sensitif kaya aku, mending bilang ke dokternya supaya nanti kekuatan sinarnya itu diturunkan karena frekuensi untuk kulit normal dengan sensitif itu kekuatannya beda gitu. Selama tindakan juga dr. Chyntia ngajak ngobrol dan kasih info seputar kulit dan hair removal ini, jadi teralihkan asik ngobrol gak berasa clekit-clekit hehehe..

5. Dioleskan Krim Anti Iritasi + Sunblock
Setelah lebih dari 150 shots sinar dari IPL ini untuk kaki kiri dan kanan, akhirnya selesai dehhh.. Kaki dibersihkan supaya garis-garis putihnya ilang, terus abis itu diolesin krim anti iritasi dan sunblock dari produk Erha.

Foto before-after treatment Hair Removal
Sukanya aku dari treatment ini adalah dia bisa dibeli satuan maupun paket. Jadi kalau mau lebih murah sebenernya mending ambil paket, tapi kalau aku sendiri sih lebih seneng ambil satuan per kedatangan biar waktunya juga lebih fleksibel. Untuk ERHAIR Removeasy Hair Removal by IPL ini gak cuma untuk daerah kaki kok. Bisa juga untuk tangan, ketiak dan juga upper lips. Kalau untuk bagian kaki kaya aku ini, harga treatment/kedatangan adalah Rp.999.000
Memang untuk hasil yang maksimal dibutuhkan 4-6x treatment tergantung ketebalan bulu masing-masing yaaa..


For more info tentang ERHA bisa langsung cek di website mereka https://www.erha.co.id/
Atau cek Instagram mereka di @erha.dermatology

Thanks For Reading! XOXO
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Wow gak nyangka banget akutuh kalau salah satu video di YouTube Channelku bisa tembus sampai 10k views! Jadi video tersebut adalah proses facial treatment di NMW Clinic, seneng banget ternyata banyak yang kepo tentang sebagus apa facialnya. Sekarang aku kembali lagi buat menjalani treatment terbaru dari NMW Jogja yaitu Derma Face Theraphy atau disingkat DFT. Treatment ini sebenernya adalah gabungan dari beberapa treatment yaitu Facial, Microdermabration, dan EIT atau Electro Ion Therapy. Yuk baca lebih lanjut buat tau proses treatment yang ini!


Pertama aku reservasi dulu buat konsultasi sama dr. Frisca yang cantik dan baik bangeett.. Terakhir kali treatment di NMW juga konsultasinya sama dr.Frisca ini, dan bahkan doi juga masih inget sama aku lohhh. *gakpenting* yang penting itu emang konsultasi dulu sebelum memutuskan mau treatment apa karena emang kondisi kulit tuh gak selalu sama tiap kali datang. Di kedatanganku kali ini, permasalahan kulit wajahku adalah pori-pori yang besar dan komedo yang sudah menumpuk. Akhirnya disarankan buat ambil treatment terbaru yang kebetulan juga lagi promo nih. Emak-emak doyan yang promo jadi tanpa pikir panjang langsung manut dan milih DFT Lifting. Treatment ini ada 4 varian yang disesuaikan dengan kondisi kulit. 3 lainnya adalah DFT Acne untuk wajah yang berminyak maupun berjerawat, DFT Brightening untuk mencerahkan dan meningkatkan kekenyalan kulit, serta DFT Anti Aging buat wajah yang punya flek serta kerutan-kerutan halus karena bertambahnya usia. Aku sendiri pilih yang DFT Lifting untuk mengencangkan dan mengecilkan pori-pori wajah. Kalau kata dr.Frisca sih DFT Lifting ini juga oke buat mencerahkan, jadi kaya paket komplit gitu ciamikkkk~


Kebetulan aku waktu itu datang di hari senin pagi jam 10, jadi gak ngantri dan clinic masih belum rame. Bisa leluasa buat nunggu sambil nyemil-nyemil snack yang disediakan di ruang tunggu tanpa harus malu kalau ambil berulang kali hehe.. Emang pewe banget sih di NMW Clinic ini, bersih pula. Walaupun ruang treatmentnya kecil, tapi kalau aku sendiri malah seneng berasa lebih privat karena gak banyak orang. Pokoknya tempat facial yang recommended deh di Jogja.

Oke sekarang lanjut bahas step by step treatmentnya ya..

Cleansing

Selalu yang paling pertama itu wajah dibersihkan dulu.. Di NMW Clinic, mereka memastikan bahwa setiap pasien memakai sponge baru setiap kali treatment. Jadi 1 spons satu pasien adalah janji mereka untuk yang treatment disini. Terjamin berarti ya kehigenisannya.

Massage

Setelah di bersihkan, wajah kemudian di pijat. Sumpaahhh mantep banget massagenya, sampai leher pundak dan lengan juga dipijitin. Sampe ngantuk rasanya karena enak pijatannya. Sayangnya cuma kurang satu, kurang lama hehehe..

Microdermabration

Ini dia tahap yang penting menurutku, karena dengan alat mikrodermabrasi ini kulit-kulit mati keangkat dan keliatan bedanya begitu selesai tahapan ini. Keliatan lebih cerah dan halus kulit wajahku. Jadi di alatnya itu ada lapisan black diamond yang kasar gitu, jadi kulitnya berasa diamplas dan kulit matinya yang rontok disedot. Mikrodermabrasi ini tingkat peelnya lebih tinggi daripada sekedar pakai scrub biasa. Kalau kata mba kapsternya, kadang ada efek kulit mengelupas dan kemerahan setelah di mikrodermabrasi ini, tapi di aku sih sejauh ini gak merah cuma memang ngelupas kulit matinya. Justru bagus dong ya jadi terbukti dia mengikis kulit mati yang ada di wajah kita.

Steam

As always kalau facial ada tahapan di uap buat melunakkan komedo dan membuka pori-pori supaya lebih gampang nanti mengeluarkan komedo menyebalkannya. Karena aku udah lumayan lama gak facial, jadi komedoku udah buanyak dan keras. Akhirnya di steam lebih lama dengan harapan bisa lebih mempermudah ekstraksinya.

Extraction

Tahapan yang paling tidak aku suka kalau pas facial tuh ya ekstraksi komedo ini.. hiks hiks... Untungnya aku bukan tipe kulit yang merah lama abis dipencet-pencet gini, tapi kan tetep aja ya namanya ngeluarin komedo tuh bikin air mata menetes. Memang beauty is pain!!

HF (High Frequency)

Setelah proses ekstraksi kan otomatis tuh pori-pori pada terbuka dan istilahnya ada lubang yang terbuka karena penyumbatnya dicabut, nah HF ini fungsinya untuk menutup kembali pori-porinya. Sensasinya kaya ada yg nyetrum gitu, tapi gak sakit kok malah geli menurutku hahaha..

Masker Vitamin C

Karena aku ambil DFT Lifting, maskernya yang aku dapat adalah Vitamin C untuk mencerahkan dan menutrisi kulit wajah. Jadi maskernya akan di sesuaikan dengan kondisi kulit kamu, ada yang buat Acne dan Anti Aging juga.
Suka banget sama tekstur masker di NMW Clinic ini karena dia peel off dan cepet banget keringnya. Padahal aku pikir bakal lama gitu karena dipakaikannya tebel banget, eehhh ternyata gak sampe 10 menit udah bisa diangkat. Masker disini juga bisa request kalau mau ditutup full semuka dan leher sampai mata dan mulutnya juga. Tapi kalau aku cuma tutup bagian mulut aja hehe.. unik banget kan bisa sekalian buat masker bibir juga nih.

Eit (Electro Ion Therapy)

Last but not least, tahapan yang paling enak setelah massage dan efeknya instant. Treatment DFT ini diakhiri dengan pemberian serum menggunakan alat khusus. Aku dapt serum warna biru yang sudah disesuaikan dengan kondisi kulitku. Fungsinya alat ini tentunya buat bikin serum lebih masuk kedalam lapisan kulit, jadi gak cuma sekedar diolesin biasa. Cukup lama sih prosesnya, jadi kaya berulang kali dikasih diseluruh muka jadi hasilnya tuh mantap keliatan langsung bening kinclong dan cerah!

Lagi ada promo dari harga normal Rp.505.000 jadi Rp. 355.000 girls. Promo berlaku buat DFT first try alias treatment DFT yang pertama kali kamu beli. Buat yang kedua dan seterusnya, harganya bakal balik normal. Get it while it lasts!

For more information buat NMW Clinic Jogja bisa cek Instagram mereka di @nmwskincare_jogja atau langsung aja datang ke Kliniknya di Jalan Pakuningratan No.6 (Utara Pasar Kranggan) Yogyakarta.

Thanks for reading, semoga bermanfaat! XOXO
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Newer Posts
Older Posts

About Author

About Author
Hello! I'm RAW. RAW stands for Rizka Amalia Windriani. Born in Samarinda 1995, and now currently living in Yogyakarta. I'm an ailurophile that loves to write and share many things in life. So welcome to my online diary!

You Can Find Me On...

Instagram
Foursquare: Rizka Windriani
Twitter
: @windriani
Kik: Windriani
Tumblr: rawindriani13.tumblr.com
Skype: mel.amel
Facebook: Amalia Windriani
Facebook Fan Page: Rizka Amalia Windriani Photography
LINE: Windriani
Yahoo!Messenger: am3l@ymail.com
Or e-mail me at windriani@gmail.com

Categories

  • beauty
  • Lifestyle
  • event
  • Personal Diary
  • RAWTraveling
  • Fashion

Total Tayangan Halaman

Voucher Sociolla

Voucher Sociolla
A gift for you! Yang lagi mau belanja makeup/skincare di Sociolla bisa langsung klik dan pake kode SBNLAKGF diatas ya :) Enjoy!

Beautynesia

beautynesia blogbeautynesia

Popular Posts

    Dreamcatcher si "Penangkap Mimpi" Dreamcatcher si "Penangkap Mimpi"
    Review + Swatch 5 Shades Purbasari Hi-Matte Lipcream Review + Swatch 5 Shades Purbasari Hi-Matte Lipcream
    Mizzu Cosmetics Product Review Mizzu Cosmetics Product Review
    Pertimbangan dalam Memilih HP Android Terbaru Pertimbangan dalam Memilih HP Android Terbaru
    The New Emina Creamatte! Lipcream The New Emina Creamatte! Lipcream
    [REVIEW] Emina Lip Cushion + Mineral Cushion [REVIEW] Emina Lip Cushion + Mineral Cushion
    RAW’s Pregnancy Story - Memilih Dokter Kandungan RAW’s Pregnancy Story - Memilih Dokter Kandungan

Blogger Babes

Blogger Babes are Sophisticated Bloggers Seeking Simple Solutions and Support

A Part of JogjaBloggirls

A Part of JogjaBloggirls

Arsip Blog

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  Agustus (1)
      • [REVIEW] Serum Viral 20 ribu-an dari OMG Beauty
  • ►  2022 (7)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (16)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (4)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2018 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (37)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (34)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (9)
  • ►  2015 (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2014 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
  • ►  2013 (7)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2012 (25)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Mei (8)
  • ►  2011 (5)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (4)
  • ►  2010 (19)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (5)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2009 (12)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (4)
  • ►  2007 (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Februari (3)
Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger Mates

  • This is real and This is me ♥
    XTRACARE: SKINCARE MAGNESIUM & CALSIUM PERTAMA
  • ARK Told You
    Mengerdilkan Diri Sendiri
  • Lovelia by Lia Ardiatami
    10 Cardio fitness exercises without equipment
  • d u c k o f y o r k | Yogyakarta's Lifestyle Blogger
    Apa Saja sih Bagian yang Perlu Dicek Saat Servis Motor?
  • 101 Makeup dan Skincare Oleh Monica Agustami
    Review & Swatches Y.O.U Cloud Touch Fixing Tint

Pengikut

Thank You for Visiting!

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates